Menyikapi Permasalahan Media Sosial

Media Sosial merupakan alat penghubung antar manusia melalui internet. Bentuk informasi dari Media Sosial bisa berupa text, gambar statis, gambar bergerak (animasi), suara maupun video. Diciptakan untuk memerluas sosialisasi antar manusia tanpa dibatasi oleh jarak.


Pembuat Media Sosial bermaksud untuk mendapatkan keuntungan, apakah dari iklan atau melalui berbagai bentuk kerjasama. Dan keuntungan itu akan didapatkan jika Media Sosial ini memang bermanfaat untuk para pengguna, Artinya, semakin banyak pengguna semakin banyak keuntungan nya. Kita pun sebagai pengguna akan diuntungkan, diantaranya kita bisa berkomunikasi dengan orang yang lokasi nya berjauhan, menemukan teman lama, sebagai sarana untuk jualan online, berbagi artikel,  berbagi video dan manfaat lainnya.

Tapi sayang sekali, kali ini di Indonesia banyak pengguna yang masih memanfaatkan Media Sosial untuk hal yang tidak baik. Pemanfaatan yang tidak baik itu diantaranya : penipuan dalam pertemanan, penipuan bisnis, dan yang paling parah adalah meghujat seseorang dengan menyebarkan kebencian dan membuat fitnah (hoax).

Akhir-akhir ini banyak pengguna media sosial yang menjadi bermusuhan dengan sesama pengguna akibat ujaran-ujaran kebencian. Sehingga Media Sosial yang dibuat untuk mempersatukan antar manusia malah menjadi penghancur hubungan manusia.

Siapa Yang Salah ?

Sekilas kita akan berpendapat bahwa semua permasalahan ini diakibatkan oleh adanya Media Sosial. Padahal permasalahan utamanya adalah MANUSIA nya. Ibarat sebuah pisau, dibuat untuk memotong sayuran, jika ada orang yang memanfaatkan pisau untuk keperluan kejahatan, apakah pisau nya yang salah ? Tentu bukan.. ini manusia nya yang salah. Begitu juga dengan Media Sosial. Manusia nya lah yang belum siap menerima teknologi untuk kebaikan.

Prilaku Terburuk Saat Ini

Selain dilakukan oleh orang yang sengaja atau yang berkepentingan terhadap penipuan, ujaran kebencian dan sebagainya.. tanpa disadari kesuksesan kejahatan tersebut adalah berkat para pengguna Media Sosial yang menjadi follower mereka.

Kesalahan yang dilakukan follower antara lain :

  • Melakukan like ataupun share postingan yang isinya belum dibaca ( baru baca  judul nya saja)
  • Memfollow akun-akun yang isinya penuh kebencian
  • Ikut-ikutan mengomentari sesuatu yang belum tentu dipahami permasalahannya
  • Lebih senang membaca komentar daripada isi beritanya, lalu ikut berkomentar asal-asalan
  • Berteman atau follow sembarangan akun tanpa mewaspadai akibatnya
  • Menganggap apa yang di share orang lain itu pati benar

Minimalisir Kekacauan

Kekacauan ini bisa dikurangin dimulai dari kita sendiri dan orang-orang dekat kita, dengan cara :

  • Akun pribadi sebaiknya tidak sembarangan berteman atau follow di Media Sosial kecuali akun bisnis
  • Pertemanan yang ada sebaiknya sering di cek, karena akun lain bisa berubah nama dan berubah tujuan
  • Tidak sembarangan nge-like dan share, terutama akun yang bukan dikenal
  • Tidak ikut-ikutan mengomentari hal yang sensitif dan hal yang berakibat perkekelahian
  • Profile akun yang bisa dilihat publik tidak usah ditampilkan semua, terutama alamat dan nomor telpon
  • Unfollow/unfriend akun yang isinya ujaran kebencian
  • Tidak meladeni komentar akun yang sudah terpengaruh dalam suasana ujaran kebencian
  • Orang tua, guru, atau pimpinan dalam kantor harus turut mengingatkan pemanfaatan Media Sosial yang baik
  • Tidak sembarangan memberikan akun pribadi kepada orang lain
  • Sebaiknya hindari curhat di Media Sosial
  • Unfriend/Unfollow akun orang yang selalu merasa paling benar

Demikian sekilas tentang Menyikapi Permasalahan Media Sosial. semoga dipahami dan bermanfaat.

 

————-

**  Sini Gera